Rapat Paripurna DPRD Kota Kediri Dalam Rangka Mendengarkan Visi Misi Walikota Kediri Masa Jabatan 2019-2024

indonesiasatu, 03 May 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Kediri 2020-2024. Walikota Kediri sesuai dengan Visi dan Misinya.

Adapun Visinya 'Kota Kediri Unggul dan Makmur Dalam Harmoni'.

Sementara untuk Misi Walikota Kediri, yakni : Mewujudkan tata kelolaan Pemerintahan yang bersih, Transparan dan Berintegritas Berorentasi pada pelayanan prima dan teknologi informasi.

Serta Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berdaya saing berbasis nilai agama dan budaya.

Dilanjutkan dengan Memperkuat perekonomian daerah yang berbasis potensi unggulan daerah dan pengembangan ekonomi kreatif yang berkeadilan.

Juga untuk Mewujudkan Kota Kediri yang aman, nyaman dan bersih dilingkungan yang berkelanjutan.

Visi dan Misi Wali Kota Kediri ini sampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Kediri, sekaligus serah terima jabatan Walikota Kediri dan Wakil Walikota Kediri masa bhati 2019-2024, yang digelar Kantor Dewan Jalan Mayor Bismo, Kota Kediri, Jum'at (3/4/2019) pagi. 

Hadir juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Forkopimda, Kepala OPD se Kota Kediri, Ketua TP PKK Kota Kediri, Anggota DPRD Kota Kediri, Ketua Parpol, Ketua GOW, FKUB Kota Kediri dan tokoh masyarakat.

Kholifi Yunon Ketua DPRD Kota Kediri mengatakan, bahwa pembangunan kedepan Kota Kediri lebih ditekankan pada pembangunan partisipatif dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Kediri lebih baik lagi.

"Kota Kediri sebagai kawasan perbelanjaan dampak yang terjadi kemacetan arus lalu lintas yang dialami pengguna jalan," ucapnya kepada media ini, Jum'at (3/5/2019).

Yunon memberikan masukkan untuk mengurai kemacetan yang terjadi di Kota Kediri. Melihat kondisi wilayah Kota Kediri memiliki luas  63,40 km² atau 6.340 hektare, dan potensi yang dimiliki belum signifikan. 

Untuk mengatasi kemacetan bisa dibangunnya fly over dititik-titik rawan macet yang ada di Kota Kediri.

Disinggung tentang dana APBD Kota Kediri apa mencukupi untuk membangun infrastruktur fly over guna mengurai kemacetan.

Ditegaskan Yunon, kalau masalah anggaran bisa dicarikan solusinya dengan shearing dana dari Pemprov Jatim maupun anggaran Pusat.

Tidak hanya permasalahan kemacetan yang dialami warga Kota Kediri, belum lagi kalau musim hujan yang terjadi genangan air.

Melihat kondisi seperti ini, Yunon menginginkan Kota Kediri memiliki Grand Drainase, sehingga dengan begitu, kedepan Kota Kediri akan terbebas dari genangan air.

"Dengan memiliki Grand Drainase kondisi Kota Kediri akan lebih nyaman dan bersih lingkungannya dan bisa dinikmati warga Kota Kediri dan luar Kota Kediri menjadi lebih baik,"ungkap Yunon.

Sementara itu, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar didampingi Hj Lilik Muhibbah Wakil Walikota Kediri menyampaikan, bahwa pembangunan di Kediri yang paling urgen saat ini yaitu exit tol dan bandara.

Tidak hanya itu, pembangunan infrastruktur di Kota Kediri untuk mengurai kemacetan, Ia secepatnya akan melakukan konselisasi dengan Kementrian PU terkait pembangunan ring road.

Mas Abu panggilan Walikota Kediri menambahkan tidak hanya dari segi infrastruktur, namun untuk pendidikan Kota Kediri akan semakin berkembang pesat dengan munculnya Universitas baru dan investor besar yang masuk ke Kota Kediri.

"Ditambah lagi, keberadaan Universitas Brawijaya sudah berada di Kota Kediri yang membawa dampak pada sektor perkembangan ekonomi warga Kota Kediri semakin lebih baik, "ungkapnya. (prijo) 

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu